Sabtu, 30 Juli 2022

Pemerintah Punya Andil Besar dalam Meningkatkan Taraf Hidup OYPMK

Manusia memiliki banyak keinginan di hidupnya, salah satunya ingin punya pekerjaan yang layak. Dengan demikian setidaknya ada jaminan untuk juga bisa hidup dengan baik, bisa membeli apapun sesuai kebutuhan dan juga sebagai bentuk aktualisasi diri sebagai seorang insan. Tak hanya kita, Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) pun berhak untuk bekerja. Meski sayangnya ada banyak tantangan serta kendala pada mereka untuk mendapatkan akses pekerjaan dan kembali bermasyarakat luas.


Diketahui bahwa di tahun 2019 lalu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) disabilitas, yang mana OYPMK masuk di dalam golongan ini, hanya sebesar 45.9% saja. Angka ini berarti bahwa hanya ada 5 orang dari 10 penyandang disabilitas usia kerja yang masuk angkatan kerja. Lainnya bagaimana? Menganggur di rumah, bak dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai beban. Hal ini menandakan bahwa sungguh benar adanya kesulitan yang dialami para penyandang disabilitas dan OYPMK dalam dunia kerja.


Karena dianggap tidak produktif, inilah salah satu alasan mengapa akses ke dunia kerja sulit didapat. Selain itu juga dianggap tidak memiliki kemampuan yang layak karena keterbatasan yang dimilikinya serta ada kekhawatiran merugikan perusahaan secara finansial karena diharuskan menyediakan aksesbilitas di tempat kerja bagi penyandang disabilitas dan OYPMK.


Kemudian bagaimana dengan peran pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup OYPMK? Bagaimana cara pemerintah agar saudara-saudara kita ini bisa mendapatkan pekerjaan dan hidup secara layak? Karena rasa penasaran inilah saya kemudian menyimak obrolan yamg berlangsung di kanal YouTube Berita KBR pada Rabu, 27 Juli 2022 lalu. Streaming ini berlangsung selama satu jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Dipandu oleh Rizal Wijaya, talk show Ruang Publik KBR yang streaming di YouTube Berita KBR ini menghadirkan narasumber: 

1. Agus Supraptop, DRG. M.Kes yang merupakan perwakilan dari Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK RI

2. Mahdis Mustafa yang merupakan OYPMK Berdaya.


Bila dahulu orang mengenal lepra sebagai sebutan bagi penyakit kusta, kini sudah banyak yang mengetahui bahwa penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae ini bukanlah penyakit kutukan. Penyakit yang menyerang jaringan kulit dan saraf tepi, bahkan juga bisa menyerang saluran pernapasan ini bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat dan pengobatan teratur. Banyak mitos-mitos yang terhapuskan, apalagi saat ini sosialisasi tentang apa dan bagaimana itu kusta semakin gencar digalakkan. Dengan demikian diharapkan akan semakin banyak yang memahami bahwa kusta bukanlah momok yang menakutkan, yang kena kusta tidak perlu dicemooh dan OYPMK tak harus dijauhi.


Adalah Mahdis Mustafa, yang merupakan OYPMK Berdaya. Beliau sungguh beruntung bisa bekerja sebagai SPV Cleaning Service di PT. Azaretha Hana Megatrading. Seperti yang kita tahu, OYPMK yang bisa bekerja di perusahaan masih sangatlah sedikit. Awalnya Mas Mahdis, sapaan akrabnya, kurang percaya diri dengan kondisinya. Syukurlah meski baru mulai bekerja pada Januari 2022 lalu, beliau adalah satu dari sekian OYPMK yang dipercaya berada di level Supervisor. 


Saya sempat menanyakan apakah kondisinya pernah menjadi bahan 'omongan'? Beliau menjawab, pernah. Lalu menceritakan bagaimana pandangan rekan-rekan kerjanya pada awal-awal perkenalkan. Namun kemudian beliau bersikap cuek dan lebih membuktikan bagaimana kinerja primanya di lapangan kerja. Saya sungguh salut, dua jempol bagi Mas Mahdis.

Di dalam talk show ini pula ada Pak Agus yang mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan aneka fasilitas bagi pasien kusta, seperti pemberian obat serta sarana kesehatan yang memadai. Diharapkan pasien kusta memiliki semangat dan kesadaran untuk mau sembuh, sehingga bisa kembali ke masyarakat dan menjalankan peran bermasyarakat dengan semestinya. Untuk itu pula perlu adanya peningkatan literasi dan edukasi masyarakat soal apa dan bagaimana kusta sehingga nantinya bisa menerima OYPMK dan mampu berbaur. Pun pemerintah memperbaiki soal kebersihan sebab hal ini berhubungan dengan sanitasi, kurangnya matahari dan lain sebagainya.


Kembali ke Mas Mahdis, beliau punya pesan khusus bagi teman-teman OYPMK. Pesan ini sangat bagus dan menyentuh. Mas Mahdis berkata bahwa lebih baik, "Jangan pikirkan kata orang." Hal ini sekaligus menjawab rasa penasaran saya akan bagaimana cara beliau bisa kuat bertahan atas stigma-stigma buruk yang menerpa OYPMK.


Memang ada orang yang memandang buruh dengan terang-terangan. Ada pula sikap atau perkataan yang tidak secara langsung anti pada OYPMK. Hal ini semata-mata karena mereka takut tertular. Mereka masih percaya bahwasannya kusta adalah penyakit kutukan, menular dan sulit sembuh. Padahal kenyataannya tidak demikian, kusta bisa benar-benar sembuh. Sehingga para OYPMK hendaknya tak perlu pedulikan omongan buruk tersebut, cukup lakukan dan buat diri sendiri happy. 


Mas Mahdis juga berpesan agar para OYPMK bisa lebih memaksimalkan potensi diri. Hal ini karena nyatanya OYPMK seringkali minder, merasa tidak berguna dan tidak bisa melakukan apa-apa. Merasa diri tidak produktif. Padahal hal ini salah besar.


Setiap insan punya potensi diri, pun pada OYPMK. Siapapun punya kita kesempatan yang sama dalam bidang pekerjaan, bisa memilih pekerjaan apa saja asal mau mencoba dan berusaha. Toh yang namanya pekerjaan tidak harus yang bekerja di kantor, tapi bisa di bidang informal dan bekerja sesuai dengan kemampuan. OYPMK bisa bekerja sebagai CS seperti Mas Mahdis, atau sebagai kurir, driver, penjahit dan masih banyak pilihan pekerjaan lainnya.


Mas Mahdis juga berpesan agar para OYPMK bisa lebih bersikap terbuka. Utamanya tentang kondisi kesehatannya, yakni saat melamar kerja maka bisa lebih terbuka pada HRD jika merupakan OYPMK. Status OYPMK bukanlah aib, jadi tidak perlu ditutupi. Malah akan lebih buruk kondisinya bila memilih berbohong dan malah ketahuan di lain waktu, yang ada malah kena sanksi.


Semoga dengan adanya talk show ini bisa lebih menambah wawasan kita tentang kusta dan bisa memberi semangat pada OYPMK. Mereka berhak mendapatkan pekerjaan, mereka berhak hidup yang layak. Mereka sama seperti kita, warga negara Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan segala akses dan perhatian dari pemerintah.

Minggu, 29 Mei 2022

Telur Dadar Crispy Dapur Kobe

 

Jadi Ibu itu kudu kreatif, petuah demikian benar adanya. Sejak peran saya bertambah, rasanya jiwa kreatif saya pun muncul. Padahal saat sebelum menikah, paling ogah menginjakkan kaki di dapur, apalagi harus berlama-lama. Nah sejak punya anak, sebaliknya.


Ada saja ide masakan yang terbesit di tiap malam. Memang, saya biasa memikirkan mau bikin menu apa untuk esok di malam hari menjelang tidur, jadi tidak kelabakan mau masak apa. Di rumah kan ada 2 balita, kudu cepat mengurus soal dapur dan makanan agar bisa fokus menemani tumbuh kembang anak-anak. Pun biar ringkas dalam menyiapkan bekal kerja suami.


Dulu, masalah sering muncul di tanggal tua. Inginnya terus makan enak, tapi budget belanja makin menipis sedangkan saya kudu harus hemat demi bisa menabung untuk biaya pendidikan anak-anak. Namun sejak mengenal Dapur Kobe, semua berubah. Tanggal tua pun serasa tanggal muda karena tetap bisa menikmati sajian enak, meski dengan budget terbatas.


Saya sering cari inspirasi menu sajian enak untuk makanan keluarga kecil saya di website dapurkobe. Yang paling sering dibuat adalah Telur Dadar Crispy, karena selain enak juga mudah dibuat. Resep yang satu ini merupakan alternatif menu praktis dan lezat loh. Anak dan suami juga suka banget, bahkan juga bisa untuk lauk bekal ke sekolah atau ke kantor. Benar-benar hemat karena praktis ekonomis, cocok sebagai lauk mewah di tanggal tua.


Telur Dadar Crispy ini makin enak kalau pakai tepung Kobe. Pastinya saya selalu ada stok aneka macam tepung Kobe. Sebab dengan tepung Kobe, mau masak apa saja jadi lebih mudah gak pakai ribet. Yang paling wajib ada adalah Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy. 


Dengan Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy, gak cuma ayam yang jadi makin enak, goreng tahu tempe bahkan telur juga dijamin enak, krispy. Anak-anak yang biasanya pilah pilih lauk, auto doyan kalau ada yang crispy-crispy. Nasi di piring langsung habis, gak pakai rewel. Duh senangnyaaa...



Memang Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy ini tepung yang tiada duanya. Pastinya juga mutu terjamin. Eh kalian tahu tidak kalau tepung Kobe itu sudah ada sejak 1979 loh. Bahkan dimulai dari industri kecil, usaha rumahan gitu di daerah Semarang.


Karena sudah terbukti berkualitas inilah kemudian usaha rumahan berkembang pesat seperti yang bisa kita lihat saat ini. Produknya bermacam-macam dan ada di mana-mana! Hebatnya lagi, produk pertama Kobe yang adalah Tepung Bumbu ini jadi pelopor tepung bumbu pertama di Indonesia. Luar biasa ya!


Pasti deh banyak yang salah sangka dikira Kobe itu bukan produk Indonesia, tapi dari Jepang. Namanya Kobe, seperti pelafalan nama khas negeri sakura ya. Nyatanya Kobe itu akronim dari Kata Orang Banyak Enak. Hiyaaa... Dengan tagline Kobe Ahlinya Tepung Bumbu, ini bukan sekedar janji akan tetapi sudah terbukti. 


Nih ya, ikutan bikin Telur Dadar Crispy Dapur Kobe yuk!


Bahan:

- Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy

- 2 butir telur, dikocok lepas

- 3 siung bawang merah, diiris-iris

- 150 cc air putih

- minyak goreng secukupnya


Cara Membuat:

1. Campurkan telur dan bawang merah, lalu goreng di wajan seperti membuat telur dadar pada umumnya

2. Setelah telur dadar jadi, tiriskan sampai mendingin

3. Setelah dingin, iris sesuai ukuran yang diinginkan. Kalau saya diiris jadi 16 bagian.

4. Buat tepung basah dengan menyampur 2 sendok makan Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy dengan air

5. Siapkan tepung kering dengan menuangkan sisa Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy ke dalam wadah

6. Ambil potongan telur dadar, rendam dalam telur basah lalu balurkan ke tepung kering

7. Agak tekan-tekan dan guling-gulingkan di tepung kering agar menghasilkan tekstur kriwil-kriwil

8. Panaskan minyak goreng, masukkan telur dadar kriwil

9. Goreng hingga kecoklatan

10. Angkat dan sajikan hangat-hangat sebagai lauk.

Hmmm... Rasanya enak! Gak cuma gurih tapi juga garing di luar tapi empuk di dalam. Ada sensasi kriyuk crispy yang anak-anal dan suami saya suka, membuat mereka nambah nasi terus, hehe. Itulah mengapa saya percayakan gorengan yang crispy, entah itu tahu atau tempe atau bahkan telur pakai Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy. Tepung yang satu ini sudah diformulasi untuk membuat gorengan garing dan crispy bahkan sampai 8 jam!



Meski bisa menghasilkan gorengan yang kress renyahnya, tepung ini terbuat dari racikan bumbu rempah alami, loh. Jadinya kan Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy pasti tanpa pengawet juga pewarna buatan dan aman disantap seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak tersayang. Lagipula pun praktis digunakan dan bisa dikreasikan untuk membuat aneka crispy lainnya. Sepertinya bikin jamur crispy enak juga nih, coba juga deh lain kali.


Gak cuma kudu nyetok Kobe Tepung Kentucky SuperCrispy, kita juga wajib komplitlan varian tepung Kobe di dapur kita. Sebab, biar gampang dan cepat buat recook menu-menu lezatnya di Dapur Kobe. Nih ya, ada varian: Kobe Tepung Tempe Kriuk, Kobe Tepung Bumbu Putih, Kobe Tepung Serbaguna, Kobe Tepung Bakwan Kress dan juga Kobe Tepung Pisang Goreng Crispy. Waaah... Super lengkap! Jangan lupa contek resep praktis dan enak di Dapur Kobe ya.

Kamis, 10 Maret 2022

Perubahan Kulit Wajah Pasca Pakai Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask dari Pond's


Tidak terasa sebentar lagi bulan suci bagi umat Islam pun tiba. Lalu usainya, lebaran. Memang mungkin akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya: dilarang mudik karena masih banyak virus nakal. Tapi kan lebaran tetap harus dirayakan dan harus ada yang baru. Bagi saya, yang baru adalah wajah yang tampak kian cerah terawat dan itu semua berkat pakai produk terbaru dari Pond's, yakni serum pencerah wajah Pond's Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask.


Tidak ada yang tidak mungkin, yang penting usaha saja dulu. Nah usaha mudah untuk menampilkan wajah yang kian memukau karena tampak cerah adalah dengan pakai serum wajah Pond's secara rutin. Saya yang baru melahirkan ini sebenarnya sedikit minder karena faktor hormonal membuat berbagai perubahan di dalam tubuh ini, utamanya di bagian wajah. Di kehamilan kedua, terjadi hiperpigmentasi sehingga kulit wajah saya ikut menggelap dan tampak kusam. Katanya akan menghilang usai melahirkan, nyatanya masih saja terlihat kurang menarik. Mungkin butuh serum pencerah wajah.


Suami saya tidak pernah berkomentar, sih. Beliau memang tidak terlalu memasalahkan urusan fisik, yang penting saya dan anak-anak sehat dan bahagia...baginya sudah cukup. Tapi saya merasa, orang pasti ada yang diam-diam memperhatikan dan dalam pandangan mereka saya kurang pandai merawat diri usai punya anak kedua. Wajahnya jadi kering, kusam, jadi tampak makin tua.


Mitosnya sih kalau anak-anaknya laki-laki semua, sang ibu akan awet muda. Tapi kalau wajah saya kusam, mitos tetaplah mitos. Karenanya saya jadi ingin wajah terlihat lebih cerah, setidaknya enak dipandang mata dan saya makin percaya diri sehingga tidak melulu berlindung di balik masker yang kini wajib dipakai tiap keluar rumah. Yap, bagi saya, masker tidak hanya menghalau masuknya virus tapi juga menghalau pandangan orang akan wajah kusam ini.


Memang ya mencuci muka dengan sabun dan pakai krim wajah secara rutin saja tidak cukup. Kedua cara ini tidak serta merta langsung bisa atasi kulit kusam, bahkan kelembapan kulit juga kurang terjaga. Padahal kalau kelembaban kulit kurang, bisa kering dan kusamnya makin parah. Karena itu masih butuh perawatan wajah lainnya, seperti pakai serum pencerah wajah ataupun masker wajah.


Beruntung Pond’s punya 2 produk baru yang bisa membantu atasi masalah kusam dan kering di wajah saya. Ada serum pencerah wajah Triple Glow Serum dan juga Triple Glow Serum Mask yang bisa dicoba. Harganya ekonomis kok, jadi worth it banget untuk dikenalkan sebagai perawatan percerah kulit wajah. Oita, sebelumnya saya tekankan dulu kalau review ini berdasarkan pemakaian rutin saya selama 1 minggu ini. Mungkin hasilnya akan berbeda pada tiap orang, tergantung karakter kulitnya 


Perkenalan dengan produk Pond’s

Sudah lama sekali tahu Pond's karena produk perawatan kesehatan dan kecantikan terkemuka ini kan banyak iklannya di layar kaca. Tidak hanya itu, aneka produk dari perusahaan yang sekarang dibawah perusahaan induk multinasional Unilever ini terpampang rapi di berbagai minimarket. Sebagai siswi sekolah menengah dan atas, pasti memakainya karena produk Pond's terkenal ekonomis dengan hasil nyata yang memuaskan.


Produk Pond’s memakai logo bunga tulip di kemasannya dan ini bermakna kecantikan feminim yang lembut dan memukau loh. Logo ini juga sesuai dengan janji Pond’s yang katanya akan memberikan kekuatan di dalam dan kelembutan di luar, entah apapun yang dihadapi oleh kulit kita. Waaah... Tidak heran kalau Pond's terus berinovasi dan kini menghadirkan serum pencerah wajah Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask sebagai solusi untuk permasalahan kulit kusam yang kurang cerah.


Review Pond’s Triple Glow Serum 

Paling gemas dengan kemasan Triple Glow Serum yang imut-imut ini. Karena travel size jadi bisa dibawa kemana-mana. Meski mini, ternyata manfaatnya besar sekali. Serum pencerah wajah ini bisa mencerahkan, menghaluskan juga bahkan melembabkan kulit kita. Kecil-kecil cabe rawit nih.

Pond's Triple Glow Serum ini bisa dioleskan merata ke seluruh area wajah, kecuali area mata ya. Serumnya berwarna agak keruh, tapi tidak lengket kok. Bisa meresap ke kulit wajah, jadi tidak ada kesan risih usai dioleskan merata.


Pastinya untuk hasil terbaik, pemakaiannya harus rutin dan sabar melihat perubahannya. Justru produk yang sekali dua kali pakai langsung membuat wajah tampak cerah itu wajib diwaspadai, sebab dikhawatirkan ada kandungan berbahaya seperti mercuri yang justru bisa merusak kulit bila dipakai berkepanjangan. Jadi saya lebih memilih rutin pakai Pond’s Triple Glow Serum dan sabar melihat perubahan setahap demi setahapnya, yakin deh kalau ini adalah salah satu serum pencerah wajah terbaik yang dihadirkan oleh Pond’s Indonesia. 


Serum dari Pond's ini punya kandungan Gluta-Boos-C yang mampu bekerja 60 kali lebih efektif dari vitamin C. Karenanya tidak heran kalau kemudian wajah bisa jadi lebih cerah memesona. Selain dengan pemakaian serum wajah secara rutin, saya juga makin rajin minum air putih. Setidaknya minimal 1.5 liter air agar kelembaban kulit terjaga. Juga mulai melakukan gaya hidup sehat dengan perbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi stress dan begadang. Nyicil setrika dan cuci baju dikit-dikit agar tidak menumpuk, jadi istirahat bisa maksimal tidak begadang nunggu mesin cuci kerja berputar-putar. 


Bagi yang ingin mencoba serum pencerah wajah Pond’s Triple Glow Serum bisa beli yang ukuran mini kemasan sachet. Selain lebih praktis dibawa kemanapun, harganya juga murah meriah. Kalau udah cobain ukuran kecil dan ternyata cocok kan bisa lanjut ke kemasan botol berpipet-nya. Untuk harga, yang kemasan sachet isi 7.5gr tidak sampai 20 ribu, sedangkan yang botol 30gr tidak sampai 70 ribu. Wow! Sungguh terjangkau bukan?


Saat dipakai, Pond’s Triple Glow Serum ini aromanya lembut. Saya jadi rileks saat memakainya sebab saya suka aroma demikian. Mana teksturnya juga ringan sekali, terus cepat meresap di kulit tanpa kesan lengket. Usai diaplikasikan, ada kesan dingin dan kulit terasa lembab. Enak banget pokoknya.

Yang ingin tahu apa sih rahasia Pond’s Triple Glow Serum sampai bisa cocok dipakai di kulit wajah, itu karena kandungannya yang bisa:


- Mencerahkan 

Ada kandungan Gluta-Boost-C yang merupakan glutahione si antioksidan yang bermanfaat dalam mencerahkan kulit. Nah dengan adanya formula unik Gluta-Boost-C ini, pakai Triple Glow Serum jadi bisa menyamarkan flek hitam, wajah tampak lebih cerah dan warna kulit lebih cerah merata.


- Melembutkan 

Ada kandungan Vitamin B3+ yang bermanfaat dalam menyamarkan dan membuat pori-pori kulit wajah mengecil. Dengan demikian pori-pori wajah yang besar tadi jadi tersamarkan dan kulit wajah terlihat lebih mulus.


- Melembabkan 

Ada kandungan Hyaluronic Acid yang bisa menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit. Ini sebabnya pakai rutin Triple Glow Serum bikin wajah tampak lembab berkilau. 


Tips dari saya agar awet pakai kemasan travel size dari serum pencerah wajah Pond's Triple Glow Serum adalah pakainya 2-3 tetes Pond’s Triple Glow Serum saja di pagi dan malam hari. Ratakan, tipis-tipis asal rata tetap ngefek ke kulit wajah kok. Lalu tepuk-tepuk perlahan agar bisa bantu menyerap maksimal ke kulit. Kalau punya pelembap, bisa lanjut dipakai untuk mengunci kandungan dari serum ini. 



Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask

Tak akan komplit merawat kulit wajah tanpa pemakaian masker wajah. Karenanya saya juga pakai dari produk Pond's yakni Triple Glow Serum Mask. Tentunya maskernya ini sama dengan serum pencerah wajah Pond's yang boleh banget digunakan mulai dari umur 13 tahun. Asyik! Bisa seru-seruan perawatan wajah dengan keponakan tersayang nih. Tidak hanya itu, produk Pond's Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask ini juga aman dan halal loh. Tak perlu ragu pakainya karena sudah teruji dan terdaftar di BPOM loh. 


Produk Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask ini sudah tersedia di minimarket, harganya tidak sampai 20 ribu. Bahkan ada banyak promo di market place, lumayan kan kalau ada diskonan di payday. Bakal keterusan check out deh sebab terpesona dengan packaging menariknya. Terus juga bakal puas dengan isi serumnya yang berlimpah, sampai kayaknya masih nyisa banyak gitu pas dipakai. Selain itu juga ada efek dingin semriwing di wajah, segar banget deh. Cocok untuk me time bagi ibu rumah tangga.

Ukuran sheet mask-nya pas untuk wajah besar saya, hihi. Padahal biasanya produk lain gak sampai menutup wajah saya secara sempurna, terus serumnya dikit dan cepet keringnya. Beda banget dengan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask yang bahkan serumnya nyisa sampai bisa saya oleskan merata di leher dan tangan. Sayang kan serum sebagus ini kandungannya kalau terbuang percuma, mending dipakai ke bagian kulit lainnya.


Suka banget deh karena ternyata manfaat Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask juga serupa dengan serum pencerah wajahnya. Jadi Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask ini bisa mencerahkan, menghaluskan dan melembabkan kulit dan manfaat ini terasa meski dalam satu kali pakai loh. Rasanya wajib restock nih, jangan sampai kehabisan stok. 



Kesimpulannya produk serum pencerah wajah dari Pond’s ini jempolan banget. Cocok untuk kulit wajah saya yang cenderung kering dan kusam. Katanya sih juga bakal cocok bagi semua jenis kulit karena banyak teman-teman saya yang juga pakai. Tidak hanya itu, karena mudah dibeli karena ada di berbagai minimarket dan marketplace, jadi tidak takut kehabisan dan dijamin harganya terjangkau. Nah, kalian yang usai baca tulisan ini, wajib coba juga yaaa. Yuk yuk yuk!

Minggu, 19 Desember 2021

Mengulas Sisi Lain Sejarah Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia


Desember identik sebagai bulan akhir tahun sang penutup cerita. Pun bulan refleksi diri tentang harapan dan hal-hal yang telah dilakukan, mana yang perlu diberbaiki dan mana yang dilanjutkan untuk ke depannya. Tak dinyana, Desember juga bulan untuk kembali mengulas sisi lain sejarah epidemi HIV dan AIDS di Indonesia, yang sejatinya kurang jadi bahan pembicaraan sebab tertutup oleh pandemi yang menerjang selama 2 tahun ini. Padahal kurang terdengarnya berita soal HIV dan AIDS bukan berarti epidemi ini telah menghilang dari muka bumi.

Pada Kamis, 16 Desember 2021 lalu, saya menyimak obrolan di YouTube Berita KBR. Topiknya menarik sekali, tentang Sisi Lain Sejarah Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia. Talkshow berdurasi 1 jam ini selain via YouTube Kabar KBR, juga bisa disimak di 100 radio jaringan KBR seluruh Indonesia, pun via website KBR.id dipandu oleh Rizal Wijaya. Diisi oleh narasumber Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI sebagai anggota badan pembina YKIS dan Asti Septiana yang merupakan ODHIV, rasanya sayang bila melewatkan talk show singkat ini.

1 Desember merupakan Hari AIDS sedunia, dan tetap perlu digaungkan agar masyarakat ingat akan adanya penyakit ini dan segala permasalahannya. Terlebih di masa sekarang dimana pandemi Covid-19 jadi lebih menghebohkan dan terkesan tidak ada hal terpenting selain penanganan penyakit yang disebabkan virus ini, epidemi HIV dan AIDS harus kembali dikulik sejarahnya. Dari data yang disebutkan Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, mereka yang tau statusnya ada sekitar 75%, yang dapat obat ARV juga telah meningkat, diharapkan angkanga mencapai 95%. Keberhasilan penanggulangan HIV dan AIDS di dunia adalah berkat peran serta segala elemen masyarakat.

HIV itu ada, dan sudah ada di Indonesia sejak lama. Mbak Asti mengingatkan kembali bahwa, "Hendaknya kita memahami apa itu HIV, AIDS serta perbedaan keduanya. Tidak percaya juga pada mitos, serta mengerti bahwa penyakit ini bisa dicegah dan diobati. Adanya HIV- AIDS baiknya tidak dihubungkan dengan moral, karena penyebabnya bukan stigma moral yang buruk."

Kalau Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI menekankan bahwa peran serta masyarakat benar-benar dibutuhkan dalam penanggulangan masalah HIV - AIDS di Indonesia. "Jadi, sebelum pemerintah punya program, di masyarakat sudah punya. Apalagi sudah ada obat ARV atau anti retroviral. Obat ini ditemukan 1997, dulu sulit mendapatkannya karena harganya mahal. Beruntung di tahun 2002, obat ARV sudah bisa dikonsumsi di negara kita." cerita beliau.

Sebelum ada obat ARV, mereka yang terkena HIV dan berada di stadium AIDS yang sudah berat, harapan hidupnya 6 bulan sampai 1 tahun. Karenanya di banyak negara yang ARV-nya tidak ada adalah dibuatlah rumah penampungan. Tujuannya karena keluarga penderita tidak mengerti bagaimana cara perawatan ataupun hal-hal lainnya yang berhubungan dengan HIV - AIDS, pun karena kondisi penderita yang parah dan bisa meninggal sewaktu-waktu. Termasuk YLKI yang membuat shelter di masa sekitar tahun 1995 untuk para penderita HIV - AIDS.

Kemudian setelah adanya obat ARV maka bisa menekan pertumbuhan virus, tidak bisa berkembang biak, kekebalan tubuh naik kembali dan kondisi penderita bisa sehat. Selain bermanfaat bagi ODHA, terapi obat ARV ternyata juga bisa mengendalikan infeksi dan penularan HIV - AIDS. Selain pengobatan ARV terbukti menurunkan angka kematian pada ODHA akibat HIV, rupanya ODHA yang mendapatkan obat ARV juga terbukti tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain, seperti ibu hamil yang kemudian melahirkan bayinya, misalnya.

Untuk efektivitas pengobatan ARV, tercatat penggunaan ARV telah berhasil menurunkan angka kematian terkait HIV - AIDS dari 1,5 juta pada tahun 2010 menjadi 1,1 juta di tahun
2015. Syukurlah kini obat ARV disediakan secara gratis melalui program pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 bahkan kini tersedia di lebih dari 400 layanan kesehatan seluruh Indonesia.

Untuk HIV - AIDS yang dihubungkan dengan moral, Mbak Asti mengungkapkan keresahannya. Bukan berarti pada ODHA adalah yang bermoral buruk seperti mereka yang tidak setia pada pasangannya, sebab nyatanya Mbak Asti kena HIV karena tertular dari suaminya yang pemakai narkoba suntik jenis putau. Ini artinya bukan karena suaminya tidak setia dengan berganti-ganti pasangan, seperti stigma penyebab HIV yang melekat di masyarakat. Saat didiagnosa penyakit ini di 2011, Mbak Asti dan suami yang belum mengerti soal HIV - AIDS hanya mengira penyakit ini hanya ada di cerita-cerita film, tapi ternyata juga bisa menyerang keduanya.


Stigma ada karena ada ketidakpahaman. Kunci melawan stigma ialah dengan penyuluhan atau pemberian informasi dengan benar. Saya kira stigma soal HIV - AIDS hanya ada di Indonesia, ternyata kata professor sudah ada di seluruh dunia. Dulu bahkan saat Putri Diana bersalaman dengan orang yang positif HIV, orang-orang jadi mengerti bahwa hal ini bukanlah penyebab tertularnya penyakit Human Immunodeficiency Virus ini. Untuk itulah informasi soal penyebab, pengobatan serta cara pencegahan HIV - AIDS wajib digaungkan, agar masyarakat mengerti dan paham sehingga stigma berangsur-angsur menghilang.


Minggu, 28 November 2021

Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

 

Beberapa kali saya sering mengernyitkan dahi saat membaca judul ataupun headline berita, baik secara cetak maupun online di media sosial. Dari judulnya yang memakai bahasa "kasar" nan "vulgar' hingga isinya yang menyamarkan nama pelakunya tapi nama korban disebutkan dengan sejelas-jelasnya. Seperti misalnya judul pada sebuah media online pada November 2021 yang berbunyi, "Pilu, 2 Gadis Cantik Diperkosa 8 Pemuda Belasan Kali hingga Trauma dan Pendarahan". Bukankah judul ini terlalu "vulgar"?

Kebetulan pada beberapa waktu lalu, saya menyimak talkshow lewat Zoom. Talkshow ini diadakan dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Talkshow yang diadakan oleh Yayasan CARE Peduli dan UN Women Indonesia ini punya topik, "Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan". Meski via Zoom, talkshow ini bisa disimak ulang di channel YouTube Yayasan CARE Peduli.

Tujuan diadakannya talkshow ini adalah membuka diskusi terkait bagaimana baiknya peran media dalam upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Tindakan ini bisa lewat peliputan dan penulisan berita yang berspektif pada korban, dalam hal ini perempuan. Juga bagaimana hendaknya peran media dalam mempromosikan norma positif yang mendukung pemberdayaan perempuan serta dalam kesetaraan gender. Sungguh talkshow yang layak untuk disimak.

Terlebih karena talkshow ini juga diisi oleh orang-orang penting, seperti Ibu Bintang Puspayoga, sang menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Keynote Speaker. Sambutan oleh Ibu Bonaria Siahaan sebagai CEO Yayasan CARE Peduli dan Mr. Jamshed M. Kazi dari UN Women Representative and Liaison to ASEAN. Pembicaranya adalah orang-orang yang kompeten, yakni Bapak Veryanto Sitohang dari Komisioner Komnas Perempuan, Ibu Lola Amaria sebagai produser film, dan juga Ibu Devi Asmarani sebagai co founder dan editor in chief magdalene.co.

Dalam sambutannya, Ibu Bonaria Siahaan menyebutkan bahwa pada 25 November yang juga merupakan Hari Anti Kekerasan pada Perempuan, merupakan hari dimulainya Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Nah pada tahun ini, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan sudah berusia 30 tahunnya. "Setiap tahun, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan ini diperingati dengan serangkaian kegiatan selama 16 hari. Dimulai pada 25 November hingga 10 Desember yang juga merupakan Hari Hak Asasi Manusia. Periode 16 hari ini dijadikan momen untuk melaksanakan berbagai aksi meningkatkan perhatian masyarakat dan pemerintah untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak perempuan," tukas perempuan berkaca mata ini.

Nah dalam 16 hari itu Yayasan CARE Peduli mengusung misi dan mandat untuk menciptakan dunia yang memberikan harapan bersifat inklusif dan berkeadilan dimana semua orang bisa hidup bebas dari kemiskinan, bermartabat dan aman. Tentunya kekerasan pada perempuan bertolak belakang dengan misi ini. Oleh karena itulah Yayasan CARE Peduli mengajak semua pihak untuk ikut berperan dalam melawan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan. Dalam pandemi ini saja ada laporan bahwa sepanjang tahun 2020 kekerasan terhadap perempuan naik sampai 4 kali lipat, itu yang tercatat dan terlaporkan. Padahal masih banyak kasus yang tak tercatat oleh karena banyak alasan.

Ternyata 1 dari 3 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Angka ini tentu sangat besar dan hendaknya mendapat perhatian dari pemerintah. Sebab kekerasan itu bentuk dari ketimpangan dari ketidaksetaraan gender. Nah upaya untuk mencegahnya menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk media.

Media punya power yang sangat besar dalam mengedukasi dan membentuk opini pada masyarakat. Seperti pada menggali dan mencari akar masalah pada perempuan, lalu membangun empati. Hendaknya narasi pada media tidak hanya mengulas perempuan sebagai korban, yang penuh rasa takut dan ketidakberdayaan. Tapi baiknya media bisa mengubah mindset yang selama ini masih terpatri yakni kekerasan pada perempuan ialah hal yang wajar.

Tercatat bahwa kasus kekerasan pada perempuan terus meningkat, hal ini disampaikan pula oleh Ibu Bintang Puspayoga. Pandemi rupanya tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi dan sosial sehingga meningkatkan resiko terjadinya kekerasan terhadap perempuan. "Berdasarkan data sistem perlindungan online perempuan dan anak, selama masa pandemi covid 19 dari Maret 2020 sampai Oktober 2021 terdapat 14.971 kasus kekerasan. Nah kejahatan seksual ini juga ada di lingkup daring, angka ini memprihatinkan karena kasus ini termasuk seperti fenomena gunung es," jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Pemerintah sudah berupaya melindungi perempuan dari kekerasan dengan membentuk berbagai undang-undang perlindungan perempuan. Bahkan dalam 5 arahan presiden Republik Indonesia, ada poin: penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Arahan ini lalu berfokus pada 5 aksi seperti pencegahan, perbaikan sistem pelaporan, reformasi managemen penanganan kasus, penegakan hukum yang memberi efek jera dan pemberian rehabilitasi dan reintergrasi sosial. Pemerintah juga melakukan penambahan fungsi kemen PPPA.

Nah dalam jurnalisme, Ibu menteri menekankan bagaimana etika jurnalisme seperti agar tidak menampilkan nama juga data korban, pun tidak mengganti istilah perkosaan dengan kata lainnya dengan dalih memperhalus bahasa. Tentunya media memang punya peran besar di masyarakat. Tapi sayangnya masih ada perbedaan gender di dalamnya sehingga membentuk opini yang melemahkan perempuan. Sembari menunggu pengesahan RUU tindak pidana penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS) baiknya kita pun turut berperan dalam penghapusan kekerasan pada perempuan dengan menciptakan SDM unggul.

Pak Veryanto memberitahu bahwa tiap jam ada 31 perempuan yang jadi korban kekerasan. Tercatat pada 2021 tercatat 299.911 kasus kekerasan seksual yang terjadi. Bahkan rumah tangga jadi arena terbesar, pun dunia cyber yang punya andil dalam kekerasan ini. "Ironisnya penegakan hukum dari kekerasan cyber belum berjalan. Kepolisian juga baru di tingkat polda yang punya keahlian untuk melacak ini, karena ada forensik di sana. Padahal kasus ini sudah menyasar sampai ke tingkat desa, kepulauan dan sebagainya," tukas beliau.

Media punya peran yang sangat strategis dalam penghapusan segala kekerasan terhadap perempuan. Diharapkan perempuan jadi punya peran utama dalam hal ini, misalnya menjadi redaksi, sehingga berita yang disampaikan berpihak pada perempuan. Efektivitas media bisa jadi penyambung suara korban, sehingga kasus bisa diketahui dan bisa ada pendampingan dari Komnas Perempuan. Media memang bisa jadi pendamping korban agar bisa bersuara, pun memotivasi korban agar bisa pulih, dan pro aktif dalam mencari tahu lembaga mana yang bisa membantu penanganan kasus ini.


Jurnalis punya tugas mengabarkan berita dengan akurat, pun dalam hal berita kekerasan ialah bisa memanusiakan. Pada kasus yg terjadi, banyak korban yang takut speak up dan bingung bagaimana untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya. Di sinilah peran media dalam melakukan pendampingan pada korban. Dengan demikian korban bisa lega meski ada rasa malu juga takut yang dirasakan, tapi dengan adanya media yang berpihak pada korban maka hal ini bisa diminimalisasi.

Selamat memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, masih ada waktu untuk bisa menunjukkan bagaimana peran kita dalam hal ini. Utamanya media semoga bisa memperkuat dan memperkaya wawasan kita dengan tetap mengedepankan kemanusiaan. Tidak hanya untuk viral tapi tetap ada isinya. Sebab informasi ialah kekuatan dan media punya peran dalam menyampaikan hal ini.

Jumat, 16 Juli 2021

Casciscus Makin Lancar dengan Belajar di English Academy

 


Di zaman serba digital seperti sekarang, banyak hal berubah. Hal-hal yang sebelumnya dirasa asing dan seperti tak mungkin tergapai, kemudian menjadi hal yang biasa. Bepergian ke luar negeri, misalnya. Bila sebelumnya hanya kaum borjuis yang bisa, kini anak SMA ataupun kuliahan pun sudah bisa berlenggang ke luar negeri, minimal ke Singapura.


Hal yang menjadi utama dalam bepergian ke negeri tetangga ialah fasih berbahasa asing. Dengan komunikasi yang baik, niscaya mau berada di mana pun tidak akan terasa asing dan bisa lebih mudah beradaptasi. Terlebih di masa globalisasi seperti sekarang, tak hanya untuk bepergian, belajar dan bekerja pun bisa sampai ke luar negeri loh. Jalannya bisa lewat pertukaran pelajar, budaya dan tenaga kerja.


Meski sudah diajarkan sedari dini, masih banyak yang kurang bisa berbahasa asing, utamanya bahasa Inggris. Seperti saya sendiri misalnya, sudah diajar berbahasa Inggris dari kelas 4 SD, namun belum punya banyak kosa kata. Menyusun kalimat pun masih berantakan. Yang paling parah, saya juga kurang percaya diri dalam melafalkan bahasa Inggris, khawatir salah dan malah jadi bahan tertawaan.


Karena itu ingin sekali saya mengajarkan bahasa Inggris pada buah hati saya, setidaknya agar dia tak bernasib seperti saya. Anak harus lebih baik dari orang tuanya, bukan. Apalagi di masa yang kian canggih, menguasai bahasa Inggris bak hal yang wajib apabila ingin lebih sukses dibanding lainnya. Dengan bisa, lancar dan berani berbahasa Inggris, akan lebih banyak relasi dan peluang untuk kembang yang didapatpun semakin besar.


Sebagai orang tua dari generasi millenial, jangan sampai salah memilih tempat belajar bahasa Inggris. Bila tempat belajarnya tepat, niscaya hasil yang didapat juga lebih cepat dan memuaskan, sesuai dengan ekspektasi: jago bahasa Inggris. Tapi sayangnya karena sekarang pandemi, agak susah juga untuk belajar. Sebab kita kan diharuskan agar lebih banyak di rumah saja.


Beruntung ada English Academy by Ruangguru. Ini adalah tempat les Bahasa Inggris online yang interaktif dan terpercaya. Dijamin beda dengan tempat les lainnya, apalagi meski via online tapi punya pengajar dan kurikulum yang berstandar internasional. Sesuai, bukan? Tak perlu khawatir lagi meski belajarnya tak langsung bertatap muka, tapi via layar gadget.



Tak salah apabila ada perspektif masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa produk English Academy itu merupakane terobosan spektakuler di bidang pendidikan dan perkembangan teknologi pembelajaran. Utamanya dalam belajar Bahasa Inggris. Apabila sebelumnya les bahasa Inggris dianggap terlalu terpacu pada buku dan listening, kini ada metode mengasyikkan yang membuat belajar bahasa Inggris jadi jauh lebih seru dan membuat betah dalam memahami materinya.


Belajar bahasa Inggris di English Academy dijamin cocok bagi kalian karena pengajarnya sangat professional berstandar internasional, loh. Jadi bukan orang lokal yang sekedar bisa dan fasih saja, tapi benar-benar kompeten. Asyiknya lagi di English Academy bu Ruangguru juga ada Toefl iBT preparation. Ini adalah program online TOEFL iBT Complete Prep yang membahas materi berkualitas, dan ini dilakukan secara intensif dalam 26 pertemuan selama 2 bulan. Dengan demikian dijamin bisa mahir dan mampu berdiskusi langsung dengan guru terkait materi TOEFL iBT. Asyik, kan?


English Academy by Ruangguru jadi solusi bagi kalian yang ingin belajar bahasa Inggris dengan sempurna. Dimana di dalamnya ada pembelajaran berstandar internasional yang didukung Kurikulum Cambridge, loh. Tenang, suasananya tak akan bikin bosan karena desain belajar dibuat lebih modern dan berkompetensi internasional.



Bukan asal bisa, dalam English Academy menuntun dalam menguasai beragam aspek keterampilan bahasa Inggris, ini adalah modal utama untuk bersaing secara global. Ditunjang dengan kelas online interaktif, dimana ada akses ribuan materi dan video belajar Bahasa Inggris yang dibuat jauh lebih menyenangkan untuk dipelajari. Karena metode belajar mengoptimalkan teknologi, didalamnya ada live teaching oleh pengajar internasional juga. 


Tak hanya itu, dalam English Academy by Ruangguru, diberikan kemudahan dalam mengakses dan menyerap pembelajaran. Kalau demikian caranya dipastikan jadi lebih mudah untuk mencapai tujuan belajar, bukan? Pssst... ada gratis Placement Test juga, loh. Dimana jadi bisa ikuti uji keterampilan berbahasa Inggris dan mendapatkan sertifikat, dan ini sepenuhnya gratis.

Belajar di Kala Pandemi Makin Maksimal dengan Ruangbelajar dari Ruangguru



Siapa sangka ternyata pandemi sudah berlangsung selama 2 tahun ini. Kelakar soal para siswa yang ingin liburan lebih lama lagi di awal 2020, menjadi kenyataan. Bahkan liburnya selama lebih dari setahun. Bukan libur sih, tapi tepatnya: belajar di rumah. 


Pandemi membuat kita melakukan segala hal dengan lebih banyak di rumah saja. Mulai dari belajar, bekerja hingga beribadah. Membatasi bersua dengan sesama, juga menjadi salah satu hal yang harus kita terapkan saat ini. Jaga jarak, istilahnya.


Hingga kemudian segala hal beralih menjadi sistem online. Tak hanya jual beli yang dilakukan secara online, bahkan pertemuan dengan sekedar bercakap-cakap pun disarankan lewat virtual saja. Hal ini termasuk bekerja dan belajar. Kalau bekerja sih, sudah ada istilah work from home (WFH) dan banyak juga dilakukan jauh sebelum adanya pandemi. Kalau belajar? Apa bedanya belajar di rumah via bimbingan virtual dengan homeschooling?


Kalau dibilang mirip, mungkin iya. Dimana pengajar memberikan teori dan tugas belajar lewat daring, tapi sepertinya homeschooling lebih jelas terarah. Kurikulum homeschooling jelas karena memang sedari awal diprogram dengan siswa yang belajar di rumah. Tapi kalau sekolah yang terpaksa pindah ke rumah siswa masing-masing seperti di masa pandemi ini, tentulah sangat tiba-tiba. 


Masa ini perlu adaptasi antara pengajar dan siswanya. Yang sebelumnya pengajar utama para siswa di sekolah ialah gurunya sendiri, berubah dengan melibatkan peran orang tua. Tentu ini membuat orang tua sedikit kelabakan, seperti dalam membimbing siswa mengerjakan tugas sekolahnya, mengontrol kapan waktu belajar dsn bermain serta mengontrol emosi siswa yang pastinya jenuh karena di rumah saja.


Terlebih di awal tahun ajaran baru seperti bulan-bulan ini, orang tua jadi makin pusing. Tidak hanya memikirkan biaya sekolah, tapi juga apa bisa buah hatinya mendapat sekolah yang tepat atau lanjut ke kelas yang mana. Belum lagi juga makin pusing dengan mata pelajaran apa yang akan didapat, sementara orang tua yang juga punya kesibukan sendiri seperti bekerja ataupun mengurus rumah tangga, tentunya tidak akan maksimal menemani buah hatinya belajar.


Harus ada solusi, dimana mampu membantu orang tua dalam membimbing serta menemani buah hatinya dalam menerima pelajaran sesuai jenjang kelasnya. Solusi yang dekat dengan kemudahan teknologi, serta tidak akan membuat para siswa jenuh sehingga bisa belajar dengan lebih efektif, meski posisinya ada di rumah saja. Beruntung ada solusi yang bernama ruangbelajar by Ruangguru. Ini adalah solusi terbaik bagi orang tua yang juga ingin selalu memberikan hal yang terbaik bagi buah hatinya, terutama di bidang pendidikan.


Ruangbelajar merupakan bagian dari Ruangguru yang mendidik para siswa untuk belajar mandiri. Ada puluhan ribu video belajar beranimasi dan latihan soal yang bisa diakses dengan mudah. Belajar jadi lebih menyenangkan, apalagi sesuai dengan metode yang disukai kaum millenial. Tak hanya itu, materi belajar dk ruangbelajar juga bisa di-download, tapi tetap bisa hemat kuota.




Bisa dibilang ruangbelajar jauh lebih menarik dibanding pengajaran di sekolah. Karenanya para siswa bisa lebih berkonsentrasi menyerap isi pelajaran, tidak hanya menjadikan belajar sebagai sekedar kewajiban. Belajar jadi lebih menyenangkan, dan bisa jadi rutinitas di masa pandemi yang mengharuskan belajar di rumah seperti saat ini.


Dengan visual yang menarik, ruangbelajar diklaim mampu membantu pemahaman konsep para siswa. Banyak testimoni yang menyebutkan bahwa nilainya jadi semakin baik setelah berlangganan selama 3 bulan. Yang paling penting, ruangbelajar juga sangat membantu para siswa dalam persiapan ujian. Ujian tak lagi menjadi momok menakutkan, karena sudah terbiasa dengan materi pengajaran dan aneka soal di ruangbelajar.