Sabtu, 24 November 2018

(Mantan) Bidan Pernah Trauma Main Media Sosial




Main media sosial memang sungguh mengasyikkan.
Bahkan sampai lupa waktu. Dulu semasa bekerja, di saat rehat, saya dan teman-teman melepas lelah dengan bergaya di depan kamera lalu di-post di media sosial masing-masing. Bukan masalah dan hal yang biasa sebab 90% teman kami di media sosial masing-masing adalah teman main, teman sekolah dan teman kuliah. Jadi benar-benar tahu kami yang sebenarnya.

Selain untuk hiburan dan eksis diri, saya memanfaatkan media sosial sebagai sumber pencari hadiah. Untuk memperbanyak koneksi berburu kuis, saya mengikuti dan diikuti sejumlah orang yang tidak benar-benar dikenal di dunia nyata. Untuk hal ini ternyata membawa sisi positif dan negatif.

Positifnya, jadi mengenal banyak orang dengan beragam cerita kehidupan. Ada yang posting untuk seru-seruan ikut kuis, ada yang curhat masalah pribadi, ada yang memamerkan apa yang dimiliki entah hadiah menang kuis, tas, perhiasan atau kendaraan baru. Dari 'prestasi' yang didapat teman-teman di dunia maya ini membuat saya termotivasi untuk melakukan yang lebih baik dan meraih hal serupa. Sehingga kemudian saya bisa menang kuis dan lomba blog. Alhamdulillah.

Hal itu tak berlangsung lama. Suatu hari ada yang me-mention dan mengabarkan jika saya menang sebuah kuis dan mendapatkan hadiah hiburan berupa jam dinding. Iyah, hanya jam dinding. Sayangnya sebulan setelah saya konfirmasi alamat pengiriman hadiah, tak kunjung dikirimkan. Sebagai salah satu cara 'menagih' hadiah, saya kirim pesan ke pihak penyelenggara. Kebetulan ini mini quiz yang diselenggarakan secara personal.

Respon yang saya dapat sungguh diluar dugaan. Saya malah dimaki dan disebut sebagai seorang yang kurang pekerjaan karena hanya mengurusi kuis dan kuis. Jujur saat itu sungguh sakit hati. Hadiah hanya jam dinding, harganya tak seberapa. Saya hanya menagih hak saya, apakah itu salah?

Dari situ, saya lalu memutuskan vakum dari dunia mengejar hadiah lewat sosial media. Baik itu lewat instagram, facebook ataupun twitter. Saya kembali menikmati kehidupan nyata yang terasa manis dan pahit. Tak apa, yang penting nyata dan tak ada celaan dari orang tak dikenal.

Hingga kemudian saya resign dan memutuskan jadi ibu rumah tangga. Saya yang bosan dengan pekerjaan rumah tangga dan hanya bisa refreshing nonton televisi, lalu tergiur mengaktifkan kembali media sosial yang saya miliki. Saya mulai dengan posting kehidupan baru sebagai seorang istri di facebook dan instagram. Responnya langsung heboh. Banyak yang menanyakan kabar saya dan memberi selamat atas pernikahan saya. Senangnyaaa... Ternyata banyak juga teman di dunia maya yang perhatian.

Setelah itu saya kembali mengikuti kuis. Iseng-iseng berhadiah. Jawab soal sambil tiduran, tahu-tahu esoknya di-mention dan memenangkan hadiah voucher MAP. Wah! Hal ini kemudian membuat saya kerajinganbdan ikut kuis lagi dan lagi. Kebetulan juga penyelenggara yang dulu menyesakkan hati tak tercium kabarnya. Moga tidak bersua kembali, aamiin.

Selain kuis di media sosial (facebook, twitter, instagram), saya juga mencari rezeki lewat ikut lomba blog. Alhamdulillah ada yang menang. Plus mendapat kesempatan sebagai buzzer dan content placement. Wah benar-benar rezeki pengantin baru!

Saya yang tadinya cuma bisa bengong, jadi bersemangat kembali sejak mengakses kembali media sosial. Hanya saja perlu diingat tetap harus hati-hati serta legowo bilamana bertemh penyelenggara kuis yang rese dan tidak amanah seperti dulu. Mudah-mudahan tidak ada lagi, ya. Masa sudah diniatkan membagi rezeki dan bikin senang orang lain, malah seperti itu sikapnya. Amit-amit jabang bayi!

Tapi namanya juga dunia maya. Yang ada si media sosial belum tentu yang sesungguhnya. Karena itu hanya berdasar apa yang kita lihat. Posting foto happy, belum tentu memang benar-benar bahagia. Pun saat ada yang membuat quote sedih, belum tentu hidupnya merana. Pun yang kita anggap jahat, belum tentu begitu. Bisa saja sih saya yang over sensitif. Hmmm...

Apapun itu, jangan terlalu diambil pusing lah. Jangan terlalu serius. Ini dunia maya, tsay...! Santai saja dan keep smile!













Tidak ada komentar:

Posting Komentar