Sabtu, 15 Desember 2018

Pengalaman Perawatan Wajah Menggunakan MS Glow





Siapa yang punya masalah kulit kusam? Toss dulu!


Alhamdulillah walau kulit wajah saya kurang cerah, di awal pertemuan, Ayah Zril menerima apa adanya. Beliau juga tidak pernah protes dan minta saya memutihkan wajah. Katanya lebih baik alami apa adanya. Kalau dimacem-macemin pakai ini itu takutnya kulit wajah malah tambah rusak. Bahaya kan?

Namun semenjak menikah, saya ingin menjadi istri yang menyenangkan suami. Salah satunya dengan mencerahkan wajah agar sedap dipandang. Iya, beda loh. Wajah saya tanpa dan dengan bedak, lebih imut bila pakai bedak. Serius! Kalau tanpa bedak, jadi berasa seperti selalu berkeringat dan kucel. Kan kasihan suami kalau sampai ada yang komentar dikira tidak bisa menafkahi istrinya untuk beli kosmetik. Padahal saya sendiri juga malas memakainya, pakai bedak saja hanya ketika akan keluar rumah. Hihi.

Nah setelah saya sadar bahwa konsep “pakai bedak ketika akan keluar rumah” itu salah, saya beralih pakai bedak juga di dalam rumah. Sayangnya hanya bertahan beberapa hari. Saya tidak enak sendiri pada MasBoz, padahal beliau woles saja. Sama sekali tanpa komentar mau syaa pakai bedak atau tidak. Malah lebih suka tanpa memakainya.

Akhirnya saya merengek minta dibelikan skincare untuk mencerahkan wajah. Eits padahal dulu saat meminang juga diberi seserahan ini, tapi habis dipakai mainan keponakan. Haha. Sekarang sudah jadi istri, minta lagi. Mumpung beda rumah dengan keponakan, tidak akan ada lagi kisah pembuangan skincare ke toilet.

Kebetulan sepupu jualan MS Glow. Ini booming banget! Teman-teman kerja saya dulu banyak yang pakai dan memang wajahnya jadi putih glowing gitu. Nah karena wajah saya kusam maka diputuskan coba pakai yang MS Glow Brightening series. Dengan harga sekitar 300 ribu, saya dapat sabun cuci wajah, toner, krim malam dan krim pagi.

1. Sabun Cuci Wajah MS Glow
Facial wash ini begitu saya buka, aromanya aneh. Seperti khas bahan kimia apa ya… Tidak wangi sama sekali, deh. Ini menurut saya ya. Mungkin bagi kalian ada yang berpendapat bahwa ini wangi. Eng, hidung kita berbeda.

Begitu dituang di telapak tangan, warnanya orange dan cair sekali. Bila ada yang pernah mengenal sabun papaya, warnanya mirip sabun papaya yang diencerkan.  Setelah wajah saya basahi dengan air, lalu saya usapkan facial wash ini. busanya tidak terlalu banyak dan terasa lembut. Begitu dibilas, kulit terasa kencang dan kesat.

Sayangnya jadi agar kering. Kekenyalan kulit wajah rasanya berkurang. Minyak-minyak wajah menghilang, sih. Hanya saja kalau ‘kering’ begini rasanya kurang nyaman. Tapi ya sudahlah demi wajah mulus, ya kaaaan.


2. Toner
Awalnya saya bingung loh mau pakai toner atau facial wash dulu. Karena saya pikir ini fungsinya untuk mengelupas sel kulit mati, ya akhirnya saya pakai sebelum cuci muka. Eh benar tidak sih? Selama ini saya pakainya begitu. Harap maklum, bukan pemakai skincare rutin. Seingatnya saja. Hihi.

Diawal mengoles toner ke wajah, rasanya … clekit! Perih, bo’. Padahal saya tuangkan sedikit di kapas dan dipuk-puk ke wajah. Hanya sekali, sih. Esoknya pakai lagi sudah tidak terasa apa-apa. Namun efeknya jadi ada yang mengelupas. Mungkin ini kulit mati, ya?

Sayangnya makin lama bau toner-nya makin menyengat. Akhirnya jadi makin jarang saya pakai. Hmm… ada batas kadaluarsanya tidak, sih? Mau tanya ke sepupu tapi sungkan.


3. Krim pagi
Tulisannya daycream. Ketika dibuka, warnanya kuning tua, orange muda, eh gimana ya. Kalau ada yang tahu produk Kelly, zaman dulu, ya mirip seperti ini. Dulu Mama pakai Kelly dan saya pernah minta, jadi tahu.

Aroma daycream MS Glow juga aneh, tidak menyegarkan sama sekali menurut saya. Lalu banyak minyaknya, seperti terkesan basah begitu. Mungkin saya yang terlalu banyak mengaplikasikan di wajah. Namun kalau ambil sedikit juga kurang. Ah repot.

Kalau saya pakai ini di rumah, sudah tidak perlu lagi pakai bedak. Lumayan praktis, sih. Hanya saja karena terasa oily, jadi setiap habis pakai, saya menghadap kipas angin agar lekas kering dna menyerap di wajah. Maaf konyol, saya orangnya tidak sabaran.

Kalau efeknya sendiri, hmmm… karena berwarna kuning jadi kalau sudah menempel di kulit wajah saya yang kusam, kesannya jadi agak cerah. Mirip seperti pakai bedak. Nah masalahnya kalau ditambah bedak dan daycream ini dianggap sebagai foundation, jadi makin tebal. Pilihan terbaik adalah pakai bedak tabur dan tipis saja.


4. Krim malam
Yang paling saya suka adalah nightcream-nya. Warnanya putih dan lembut. Dioles sedikit langsung bisa merata. Baunya tidak terlalu menyengat seperti daycream. Akhirnya saya lebih sering pakai ini siang dan malam. Kulit wajah juga terasa lembab dan ini lebih cepat menyerap di wajah. Pokoknya paling suka ini.


Apakah wajah saya berhasil putih bersih nan glowing?
Tidak, Temans. Alasannya karena saya malas memakai skincare yang lumayan merogoh kocek tersebut. Mungkin bila rutin bin teratur, wajah saya bisa makin cantik seperti gadis Korea yang imut-imut itu.

Alasan lain, meski katanya aman untuk ibu hamil dan menyusui, namun saya takut. Toh kita tidak bisa tahu apakah bahan kimianya benar-benar tidak mempengaruhi tubuh kita. Kata ‘aman’ itu menurut pabriknya. Pertama kali pakai, saya tengah hamil muda. Saat ini juga masih menyusui. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan …

Nah untuk mengatasi agar wajah saya tidak terlalu kusam dan tetap menarik perhatian Ayah Zril, saya pakai perawatan wajah berbahan alami. Plus ada 1 lagi krim yang saya pakai. Ssst … ini sebenarnya punya BabyZril, namun cocok di wajah saya. Itu adalah:



5. Cussons Baby Cream Soft & Smooth
Dapat banyak kado saat kelahiran BabyZril, salah satunya adalah produk Cussons. Nah karena ini warnanya pink sedangkan Zril cowok, akhirnya saya pakai. Krimnya yang lembut dan wangi ini cocok dioleskan di wajah saya. Saya pakai sebagai alas bedak. Apalagi mengandung almond oil dan rose oil, lumayan menimbulkan efek lembut dan kenyal di wajah. Yah ini versi wajah saya. Hasil bisa berbeda di wajah Temans sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar