Jumat, 04 Januari 2019

Bidan Juga Bisa Jadi Pahlawan Dunia



Delapan tahun sudah saya lulus dari akademi kebidanan, namun baru beberapa tahun belakangan benar-benar mencintai profesi mulia ini. Yah walau akhirnya resign juga sih.

Selama bertahun-tahun, saya sempat maju-mundur cantik, “Benarkah menjadi bidan adalah takdir saya? Bisakah saya mengamalkannya dengan tulus?”. 

Awalnya, kuliah di bidang kesehatan ialah permintaan Mama, walau kemudian saya yang memutuskan untuk kuliah kebidanan dan tinggal di asrama. Sebab sejatinya, saya lebih menyukai dunia lain, kepenulisan, walau belum benar-benar saya kuasai benar.

Selama bertahun-tahun, saya melihat proses kelahiran bayi. Tidak hanya mengamati, tetapi juga menolong persalinan. Saya menikmati, tetapi juga memiliki ketakutan tersendiri, “Tepatkah yang saya lakukan?”. Persalinan adalah proses alami, namun bila penolong persalinan kurang sabar dan telaten maka yang terjadi adalah trauma pada sang ibu.

Ibu, sosok utama dalam kehidupan setiap anak. Tanpa ibu yang kuat, tidak akan terlahir anak yang sehat. Selama proses kehamilan, banyak gejala yang kurang menyenangkan bagi sang ibu, mulai perubahan bentuk tubuh hingga mual muntah. Belum lagi nyeri pinggang ketika hamil tua. Namun ibu tidak pernah mengeluh, kelahiran buah hati yang ditunggu. Terlebih dengan dorongan info dan semangat dari bidan tentang bagaimana cara menjalani masa kehamilan dengan sehat dan bahagia.



Baca juga: Agar Bekas Hiperpigmentasi Selama Kehamilan Memudar, Bisa Pakai Serum Pemutih Badan yang Aman dan terdaftar BPOM

Saat bayi akan lahir, ada perjuangan antara hidup dan mati yang dilakoni seorang ibu. Nyerinya pembukaan jalan lahir sangatlah terasa. Apalagi, tidak semua proses kelahiran berlangsung normal. Memang lewat jalan lahir, tetapi banyak yang melalui induksi persalinan, pun pertolongan menggunakan vakum karena proses pengeluaran bayi yang lambat. Banyak juga yang lewat operasi sesar, pembelahan sekitar 10 cm di perut karena kendala yang menyebabkan bayi tidak bisa keluar lewat jalan lahir. Kendalanya bisa karena posisi bayi sungsang, lintang atau ari-ari yang menutupi jalan lahir. Di sinilah peran penting bidan, sebagi pengusir gundah dan penguat hati ibu.

Setelah bayi lahir, perjuangan seorang ibu tidak berakhir di situ. Masih ada proses pengeluaran ari-ari yang juga tidak semuanya normal. Kadangkala, terjadi perdarahan hebat karena ada sisa ari-ari yang tertingggal atau karena proses pengembalian ukuran rahim yang kurang maksimal. Bila lambat ditangani, ibu bisa kehilangan nyawa. Belum lagi apabila ada luka jalan lahir, penjahitan adalah sesuatu yang wajib dilakukan karena membantu mengurangi perdarahan. Ah, tanpa komunikasi yang baik anatara bidan dan ibu, proses persalinan dan penjahitan luka jalan lahir bisa berlangsung lama dan menyakitkan.

Begitulah, perjuangan ibu untuk anaknya. Maka adalah benar bila ibu adalah pahlawan bagi anaknya. Sejarah hidup seorang anak pun direkam jelas oleh ibunya. Bagaimana ketika sang jabang bayi menendang, tangisan pertama ketika bayi lahir, perkembangan dari tengkurap hingga berjalan, pun banyak lagi lainnya. Bagi saya, Mama adalah pahlawan terhebat, sama seperti anak-anak lainnya. Karena Mama jua, sedikit demi sedikit saya mencintai profesi saya. Beliau yang memberikan penekanan bahwa tujuan manusia ada di dunia adalah agar berguna bagi orang lain. Seperti menjadi bidan yang bertugas menolong, terutama pada sesama wanita. 

Beberapa tahu lalu, secara fisik, saya memberikan pelayanan melalui instansi tempat saya bekerja, rumah sakit di Kota Pasuruan. Secara online, saya juga memulai memberikan edukasi kepada banyak orang melalui media yang saya miliki: blog bidanmeltek.blogspot.co.id. Memang merintis, baru jadi beberapa hari yang lalu. Harapan saya agar bisa memberikan kontribusi di dalam dunia kesehatan, sebuah pengabdian. Hanya hal mudah inilah yang bisa saya lakukan. Namun di kemudian hari, saya juga ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat luas secara gratis, sama seperti yang bidan Robin Lim lakukan.

\
Bidan pahlawan dunia, beliaulah inspirator saya. Robin Lim adalah bidan asal Bali yang memiliki Yayasan Bumi Sehat di Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Bali. Seperti yang saya kutip dari Kompas, bidan kelahiran Arizona ini mulai membuka klinik di tahun 1994 lalu mendirikan Yayasan Bumi Sehat pada tahun 2003. Sebelumnya, beliau menjual rumah di Hawaii dan bersama suami memutuskan pindah ke Bali. Beliau membantu persalinan secara gratis, juga memberikan pelayanan kesehatan secara home care, kunjungan rumah. Beliau juga dengan rela mengasuh bayi dari persalinan yang ditolongnya, bayi dari keluarga kurang mampu yang memintanya untuk mengadopsi bayi mereka. 

Sebagai bidan, beliau juga penulis. Buku-buku tulisannya berjudul After the Baby's Birth, Eating for Two, Placenta: The Forgotten Chakra, dan kumpulan puisi The Geometry of Splitting Souls. Tidak seperti kebanyakan bidan, wanita asal Amerika ini memberikan pelayanan dengan tulus, tanpa sifat komersil. “Setiap napas pertama bayi ke bumi bisa menjadi salah satu kedamaian dan cinta. Setiap ibu harus sehat dan kuat. Setiap kelahiran harus aman dan penuh kasih. Tetapi hal itu belum ada di sana (Indonesia),” begitu ungkapnya pada malam penganugerahan CNN Hero 2011 di Los Angeles. Pada 12 Desember 2011, CNN memberinya gelar “CNN Hero of the year 2011” atas dedikasinya. 


Bidan Robin Lim seringkali hadir dalam upaya peyelamatan ibu dan anak di berbagai bencana yang melanda Indonesia. Seperti ketika tsunami meluluhlantakkan Aceh beberapa tahun lalu, beliau bersama timnya memberikan donasi. Bukan saja berupa makanan, minum dan obat-obatan, namun juga perawatan langsung pada ibu dan anak. Beliau menekankan kepada semua wanita agar selalu bahagia, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Dengan bahagia dan tertawa, hormon yang berperan pada produksi air susu ibu akan meningkat. Hormon itu namanya oktitosin, hormon yang juga ada dalam proses pelepasan ari-ari dan pengembalian ukuran rahim setelah bayi lahir.

Tidak semua orang bisa menjadi pahlawan. Walau tidak sepopuler dokter, profesi bidan memberikan andil yang cukup besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Profesi bidan hanya bisa disandang wanita, dan hanya wanita yang bisa menjadi ibu. Ibu adalah pahlawan, dan bidan adalah pahlawan yang menjadi mitra ibu.


Semangat bidan Robin Lim ingin saya contoh. Semangat berbagi yang tidak hanya secara materi, namun juga mengerahkan jasa dan keterampilannya. Sebuah semangat yang hanya dimiliki oleh para pahlawan, menolong tanpa memandang status yang ditolong. Membantu sekuat tenaga, tanpa memikirkan keuntungan yang diperoleh. Sebab ada kepuasan dalam setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain, yakni kebahagiaan karena menjadi insan yang berguna. 



Setiap kali menolong persalinan, saya semakin mencintai profesi ini. Saya berharap bisa menjadi seperti bidan Robin Lim, menjadi pahlawan, minimal bagi keturunan saya nantinya. Sejarah hidup akan terus saya ukir lewat menulis. Sebab dengan menulis, akan banyak pengalaman dan ilmu yang bisa dibagi secara kepada orang lain secara gratis. Menjadi bidan dan juga penulis, semoga langkah ini kian memacu saya menjadi pahlawan, sosok yang mau berbagi tanpa harap balasan.




23 komentar:

  1. profesi bidan adalah salah satu profesi yang sangat mulia
    karena ditangannya jg tergantung nasib kita dalam keadaan sakit atau seorang ibu yg akan melahirkan
    sehat selalu ya bu bidan

    BalasHapus
  2. Betul mba, bidan adalah pahlawan dimana seorang bidan banyak berjasa untuk para ibu.

    BalasHapus
  3. Setujuuu banget deh kak, sangat mulia memang jadi profesi sbg bidan ini

    BalasHapus
  4. Terharu aku dengan cita-citamu Mbak..Aku doakan semoga apa yang diinginkan terwujud ya...Semua orang bisa jadi pahlawan di bidangnya masing-masing. Dan alangkah mulianya jika apa yang kita bisa bermanfaat bagi sesama.
    Salut untuk Bidan Robin Lim . Memang seharusnya ada banyak penerus Beliau dalam berbagai wujud pengabdian yang berbeda.
    Terus semangat ya:)

    BalasHapus
  5. Aku tau Robin Lim ini bidan yang stay lama di Bali kan yah? Dulu yang bantu lahirannya artis siapa gitu

    Betul sekali mbaa semua bisa jadi pahlawan lewat kemampuan bidangnya masing masing. Termasuk blogger juga bisa jadi pahlawan lewat tulisan yg mencerdaskan hihu

    BalasHapus
  6. Semangat Mbak. Keiinginan tulis mengabdi pada profesi, mencintainya, ingin menolong sesama, sebuah niat mulia. Semoga Allah melapangkan semua jalan agar dapat membantu banyak orang lagi seperti bidan Lim ini. Mendoakan dari jauh. Amin

    BalasHapus
  7. Jika ikhlas maka selain mulia juga akan bernilai ibadah.

    Jadi ingat saya saat melahirkan. Janin saya sungsang. Rencana mau operasi. Eh dokternya sayang banget. Telaten. Saya ga jadi operasi tapi lahiran normal karena semangat dan dukungan dokter itu tadi.

    BalasHapus
  8. Dulu aku cita2nya bidan karena keren banget dimataku..

    BalasHapus
  9. pertama kali kenal bidan robin lim dari bu yessy aprilia. saya memang pro gentle birth dan kemudian lahiran juga sama bidan. Saya suka banget dengan konsep pemberdayaan diri yang dikenalkan bidan robin ini

    BalasHapus
  10. kagum dengan bidan robin lim yang totalitas menekuni profesinya.
    terus semangat ya mba berbagi ilmu lewat tulisan dan membantu masyarakat sebagai bidan :)

    BalasHapus
  11. luar biasa yaa...
    bidan memang profesi yang menantang sekaligus sangat mulia perannya
    tanggung jawabnya pun tdk ringan
    wajib sabar dan positive thinkimg kykny apalagi utk gentle birth

    BalasHapus
  12. Wow luar biasa ya bidan Robin, Tha.

    Saya kalo melahirkan lebih senang ditolong oleh bidan, Tha.

    Di persalinan pertama, tahun 2001, dua bidang yang menolong saya. Yang satu senior, tenang banget. Kata-katanya menenangkan. Saya nyaman sama dia. Waktu itu kepala bayi saya terjerat tali pusar sebanyak 3 kali. Tenang banget beliau membantu saya.

    Yang satunya nyebelin, kata-katanya ada yang membuat saya jengkel dengan dia waktu itu wkwkwk. Untungnya ada yang lebih senior ini. Kalo nggak, bisa jadi saya kena serangan jantung di situ.

    BalasHapus
  13. Di keluarga suami saya ada yang berprofesi sebagai bidan. Pekerjaan yang mulia banget sekaligus memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi bidan

    BalasHapus
  14. Saya selalu salut dengan tenaga kesehatan, apapun bidan keahliannya. Untuk bidan sendiri memang tanggung jawabnya besar karena biasanya berkaitan dengan proses kelahiran. Meskipun ada juga oknum yang pelayanannya asal-asalan, tapi sejauh ini saya selalu ketemu bidan yang sabar, perhatian dan "dokoh" maksudnya menguasai betul yindakan yang harus diambil.

    BalasHapus
  15. Aku fans ibu Robin 😆 awal kenal dari Bidan Kita, karena deket banget jadi banyak diceritain. Trus bermimpi pengen sama bu Robin kalau melahirkan anak k4. Tapi susah yaa kalau anak2 harus cuti lama demi nemenin mamanya. Hihihi

    BalasHapus
  16. Waktu hamil anak pertama, satu kantor sama temen yg lulusan kebidanan. Bener Mba, dia pahlawan banged bagi saya. Selain rajin ngecekin posisi debay, dia rajin banged ingetin harus makan ini, minum ini, duduknya harus gini, tidurnya harus gini.

    Trus, menjelang kelahiran semua nasehat dari dirinya saya praktekin dan sangat ngebantu banged. So, hormat dech sama bidan2 di luar sana.

    BalasHapus
  17. Aku setuju banget bidan adalah pahlawan. Aku sangat berterimakasih kepada bidan-bidan terutama bidan yang membantu urusan lahiran mama.

    Apapun cita-cita mba asalkan mulia dan menolong orang, insya allah itu menjadi berkah

    BalasHapus
  18. Suka selain dengan cerita bidan pahlawan, karena membantu melahirkan itu tidaklah mudah. Teman-teman saya banyak yang jadi bidan, selalu salut melihatnya.

    BalasHapus
  19. Baru tahu nih cerita tentang ibu Robin. Benar-benar mulia banget yaa pekerjaan beliau. Dalam keluarga besar saya juga ada beberapa yang berprofesi sebagai bidan. Salut deh sama pengabdian mereka.

    BalasHapus
  20. Akupun lahiran dibantu bidan mba. Indeed, bidan ini membantu banget mulai dr ibu hamil hingga pasca persalinan dan punya baby. :)

    BalasHapus
  21. bener banget jadi bidan itu pekerjaan yang mulia, ngebantu seorang ibu merawat kesehatan kehamilanya sampai lahiran itu gak gampang loh

    BalasHapus
  22. Oh iya ini bidan yang terkenal itu, tp waktu aku melahirkan bidannya galak, masak aku pup aja bidannya kayak nggak ikhlas melayani gtu, ya ampun ga tau apa dia sakitnya kayak apa 😪😪

    BalasHapus
  23. Ispiratif banget... Bidan salah satu profesi yang sangat berjasa buat para ibu-ibu dan dedek bayi :)

    BalasHapus